Yuk Simak 5 Tips Ajarkan Anak Membereskan Mainan

Membereskan Mainan

Apakah Anda pernah merasakan kelelahan yang tak ada henti hentinya untuk membereskan mainan si Kecil? Hal ini umum karena anak balita memang senang untuk bereksplorasi dengan mainannya. Sayangnya, tak jarang anak enggan merapikan sendiri mainannya setelah selesai bermain. Hal tersebut membuat orang tua khususnya ibu, menjadi stres karena berantakan. Maka dari itu, yuk simak tips ajarkan anak membereskan mainan berikut.

Tips Mengajarkan Anak Agar Mau Belajar Merapikan Mainannya Sendiri

1. Menyediakan Tempat Penyimpanan Khusus Untuk Mainan Anak Anda

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah menyediakan tempat penyimpanan mainan si Kecil. Anda juga dapat memanfaatkan barang di sekitar seperti menyulap kardus bekas menjadi tempat penyimpanan yang rapi. Untuk itu, berilah contoh agar si Kecil mampu mengerti bahwa tempat tersebutlah yang menjadi wadah penyimpanan untuk semua koleksi mainannya.

2. Mengajarkan Sesuai Dengan Usia Buah Hati Anda

Perkembangan motorik halus di usia tiga tahun masih belum terlalu optimal. Oleh karena itu, Anda bisa mengajarkan si Kecil menata mainannya sesuai dengan bahasa yang bisa mereka mengerti. Misalnya, jadikan tokoh kartun sebagai panutan yang bisa ditiru. Dengan memberikan contoh cerita bertokoh kartun yang rajin membereskan mainan. Cara seperti itu, dapat menyampaikan pesan Anda lebih mudah dimengerti si Kecil.

3. Membereskan Barang Bersama Anak

Cara tercepat untuk mengajarkan si Kecil membereskan sendiri mainannya adalah dengan memberikan contoh kegiatan ini seperti apa. Luangkan satu waktu dimana Anda bisa membereskan mainan dengan melibatkan si Kecil. Sembari melakukan aktivitas ini, Anda dapat mengatakan bahwa seperti itulah cara yang tepat merapikan mainan. Selipkan juga cerita akibat tidak menata mainan kembali, misalnya mainan akan hilang.

4. Mengelompokkan Mainan Si Kecil Dengan Kotak Penyimpanan

Untuk memudahkan dalam segi penyimpanan, sebaiknya Anda mengelompokkan seluruh mainan si Kecil. Misalnya, pada mainan diletakkan di kardus, balok susun disimpan dalam stoples bening atau kotak penyimpanan kecil. Dengan membuat pengelompokan seperti ini, mainan anak akan tersimpan lebih rapi dan juga memudahkan untuk membereskan mainan. Namun, perlu diingat untuk tidak memberikan mainan yang terlalu kecil ke anak yang baru berusia tiga tahun.

5. Memberi Label Pada Kotak Penyimpanan dan Memandunya Untuk Disiplin

Langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan menulis label di luar kardus atau kotak penyimpanan sesuai dengan nama dari mainan yang ada di dalamnya. Tujuan dari pemberian nama label agar mainan yang belum dikeluarkan dapat tersusun dan tersimpan dengan rapi. Terlebih jika mainan si Kecil masih belum digunakan untuk bermain. Hal ini akan mencegah mainan anak untuk tidak tercecer.

Ajarkan anak Anda bahwa menyimpan mainan setelah digunakan akan membuatnya mudah ditemukan jika mencarinya nanti. Kemudian, evaluasilah aktivitas dari si Kecil setelah bermain. Apabila  si Kecil lupa untuk membereskan mainan, Anda bisa sesegera mungkin mengingatkannya. Pandulah jika anak Anda belum paham meletakkan mainannya sesuai dengan label dan tempat penyimpan. Yang terakhir jangan lupa beri pujian, jika si Kecil berhasil membereskannya.

Itulah beberapa tips yang bisa ibu ajarkan kepada buah hati untuk selalu menata mainannya setelah selesai digunakan. Hal ini bisa dimulai dari memberikan contoh kegiatan ini seperti apa, menyediakan tempat penyimpanan khusus, hingga memuji perilakunya karena berhasil merapikan mainannya sendiri. Dengan mengajarkan si Kecil menata mainannya, berarti Anda melatihnya untuk selalu disiplin dan juga peduli pada lingkungan sekitar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *