RSUD Kota Bekasi: Inilah Beberapa Masalah Pada Bayi dan Ibu yang Baru Melahirkan

Ibu yang Baru Melahirkan

RSUD kota Bekasi dimulai dari tahun 1939 didaerah terpencil dan sebagai bagian Karisedenan Jatinegara. Tahun 29142 saat penduduk Jepang mendapatkan perhatian dan mengembangkannya menjadi Poliklinik Bekasi yang dipimpin oleh seorang yang pejuang kemerdekaan oleh Bapak Jasman. Tahun 1945 berubah menjadi basis perlengkapan P3K setelah proklamasi kemerdekaan maka berubah status menjadi rumah sakit pembantu pada tahun 1946. Kepemimpinan rumah sakit pada tahun 1970 oleh dokter beserta tenaga medis dan non medis lalu ditetapkan sebagai rumah sakit kelas C. Tahun 2016 menjadi RSUD dr. Chasbullar A. M yang ditetapkan oleh walikota Bekasi dan menjadi rumah sakit umum.

Salah satu layanan unggulannya adalah perinatologi. Perinatologi merupakan unit pelayanan untuk kesehatan bayi baru lahir dan pelayanan untuk bayi berusia 0 hingga 28 hari dengan resiko tinggi mengalami bedah anak, kelainan bawaan, kelainan jantung, bayi premature dan gangguan pernapasan.

Rumah sakit ini menyediakan perawatan dengan penuh tanggung jawab dalam mengobati dan mendiagnosa kondisi janin dan ibu sehingga akan mempengaruhi kehamilan serta tumbuh kembang dari bayi. Selain itu, rumah sakit menawarkan tenaga profesional dan mengkoordinasikan perawatannya multidisiplin sehingga pasien akan didukung dengan penggunaan teknologi canggih. Pelayanannya adalah pelayanan keperawatan neonatus lever I, level II, level II, neonatus sehat dan neonatus khusus.

Berikut adalah masalah yang sering dialami bayi baru lahir:

  • Jaundice merupakan keadaan kulit berwarna kuning yang berada di perut, dada dan wajah serta di lengan dan juga kaki, bagian putih pada mata menjadi kuning karena bilirubin menumpuk pada darah sehingga hati belum berkembang dengan baik menghasilkan bilirubin dari darah.
  • Kulit membiru dan hal ini tidak perlu ditakurkan, jika tangan dan kaki biru karena kedinginan maka berikan warna pink sehingga akan lebih menghangatkan dan jika terus berwarna biru dan susah untuk menyusui dan bernapas maka konsultasikan ke dokter yang memungkinkan gangguan pada paru-paru dan jantung.
  • Perut membucit setelah banyak menyusu dan perut bayi baru lahir akan lunak, oleh karena itu jika perut sudah besar dan keras seta belum buang air besar lebih dari 1 hari disertai muntah maka segera hubungi dokter anak.

Selain itu, bekas forceps untuk membantu proses persalinan yang meninggalkan tanda merah pada kepala bayi dan wajah. Goresan ini berbentuk datar dan keras karena kerusakan minor pada bagian bawah kulit dan menghilang di waktu 2 bulan. Semua bayi baru lahir akan menangis dan biasanya akan menangis berlebihan seperti melengking sakit dan aneh serta tidak mampu ditenangkan maka tanyakan pada dokter.

Berikut adalah hal yang dialami ibu setelah melahirkan:

  • Perdarahan terjadi dan biasanya dalam beberapa minggu dengan warna darah terang dan gumpalan darah tetapi jika perdarahan berat segera konsultasi dengan dokter.
  • Inkontinensia urin dimana ibu tidak dapat mengontrol untuk buang air kecil ketika melakukan gerakan mendadak, bersih, tertawa maupun batuk hal ini karena otot dasar panggung menopang kandung kemih yang lemah.

Selain itu, ibu mengalami hemoroid dengan pembengkakan pada rektum dan biasanya dialami oleh ibu yang melahirkan secara normal. Untuk mengatasi masalah ini sebaiknya banyak minum air dan serat sehingga akan lebih mudah untuk buang air besar dan berendam dalam air hangat untuk meringankan gatal dan nyeri di anus. Beberapa gejala ini bila dirasa kurang wajar segera datang ke RSUD Kota Bekasi untuk segera mendapatkan penanganan khusus sehingga ibu dan bayi tetap sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *